-->
.::Selamat datang di situs Pribadi Muhammad Jamzuri Khasbullah Albanjari( Pidato Soekarno pada HUT RI VI "Yang mau hidup harus makan, yang dimakan hasil kerja. Jka tidak makan pasti mati. Inilah undang-undangnya dunia, inilah undang-undangnya hidup. Mau tidak mau semua makhluk harus menerima undang-undang ini. Terimalah undang-undang ini dengan jiwa yang besar dan merdeka, jiwa yang tidak menengadah melainkan kepada Tuhan. Sebab kita tidak bertujuan bernegara hanya satu windu saja, kita bertujuan bernegara seribu windu lamanya, bernegara buat selama-lamanya."::.
PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket

Photoshop tak ada Plubisher pun jadi

Meminjam istilah “tak ada rotan akarpun jadi”.cerita dulu ye…saya ceritanya mau bikin banner website/blog saya dengan format full image, agar imagenya tambah gimana gitu dan ukurannya pas dengan apa yang saya pasang di html nantinya saya perlu mengedit image-nya (dari buat banner, bikin icon kecil-kecil dan membuat tab menu-pokoknya semuanya yang dibutuhkan menjadi format gambar(jpg, gif, dll.). saya membutuhkan software edit gambar seperti photoshop, coreldraw dan kawan-kawan. Nah pada saat itu saya kebetulan lagi nggak punya softwarenya (temen-temen juga ga punya)-(ada sih tapi file stup.exe nya dah dimakan virus duluan..hehehhe…)jadi saya harus cari alternatif lain untuk mengatasinya
Microsoft Publisher 2003 atau 2007 adalah jawabannya.maksudnya gimana sih lawong kita mau edit image dan bikin banner kok malah Microsoft publisher-emange kita mau bikin buku..??.ssstt tunggu dulu, Microsoft Publisher mempunyai kelebihan yang mungkin ada beberapa temen yang belum sempat mengetahuinya.
Lansung aja deh prakteknya. Coba kita buka program publisher.ok kalo sudah terbuka coba kita bikin apa saja misalnya bikin tulisan “aku cinta kamu” di text box dan atur sedemikian rupa misalnya tulisan dibesarkan dan backgroundnya diganti warna, setelah itu kita klik kanan box nya dan pilih save as a picture, sebelum kamu save ganti format(ganti di save as type) terlebih dahulu menjadi jpg atau gif(semua format gambar) kalau sudah save. Sekarang coba kamu lihat hasilnya difolder dimana kamu simpan tadi.
Nah kan apa saya bilang jadi gambar kan. Sekarang kawan-kawan coba lagi deh dengan fitur2 lain misalnya bikin box kotak trus dikasih warna dan save menjadi gambar dan lihat hasilnya atau temen-temen pingin gabungin foto-foto misalnya ada 20 gambar,ya tinggal masukin saja semua gambarnya dan gabungin atau edit sesuka temen-temen habis itu diblok semua gambarnya dan kilik kanan pilih group dan langkah selanjutnya tinggal disave menjadi a picture.
Hayo gimana, selalu ada jalankan……silahkan otak-atik sendiri semua fiturnya dan selamat mencoba gaya-gaya yang lain(emang apaan).good luck. “Dimana ada kemauan disitu ada jalan”

Read More......

Tasawuf?

Bagaimana pendapat anda tentang ma`rifat?
SSeperti yang kita ketahui dalam dunia kesyufian, bawasanya ma`rifat adalah urutan tertinggi dalam tahapan pendekatan diri kepada Allah SWT( taqarub Ilallah). Apabila seseorang telah menjalankan Syariat dengan benar, kemudian di amalkan ilmunya dengan baik (tarekat) dan telah diberikan hakikat oleh Allah kepadanya maka akan lahir pada dirinya sifat ma`rifat.

Sifat ma`rifat kepada Allah ini akan membuat hati merasakan untuk selalu melakukan hal-hal yang membawa perbaikan dalam dirinya serta mendidik hatinya untuk senatiasa menimbang dan meneliti mana yang ma`ruf dan mana yang munkar sehingga ia terjaga perbuatan yang tercela dan hina sedikitpun.
“Fa alhamahaa fujuurahaa wa taqwahaa, qad aflaha man zakkahaa, wa qad khaba man dassahaa”
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Asy Syams: 8-10)
Orang yang telah mencapai tingkatan ma`rifat, maka Allah ilhamkan kepadanya jalan yang mampu membawanya kearah yang benar dan diridhoi oleh Allah dan tak akan dijinkan kepadanya menuju jalan yang Allah laknat .
Perlu digaris bawahi bahwa seseorang tidak bisa mencapai tingaktan ma`rifat sebelum dia melalui tingakatan-tingkatan sebelumnya dan untuk mencapai tingkatan ini sangatlah sulit. Apalagi fenomena yang bisa kita simak disekeliling kita masih banyak sekali umat islam yang belum begitu paham dengan syariat bahkan Akidahnya sendiri saja tidak faham.
Ma`rifat sendiri mempunyai makna yang kotraversial. Sebagian ulama berpendapat bahwa ma`rifat disini berarti melihat Allah baik itu dhohiri maupun batini seperti ma`rifatnya seorang Nabi. Namun menurut pendapat yang mashur adalah ma`rifat yang dimaksudkan disini tidak seperti melihatnya nabi. Akan tetapi kebih dekat dari pengilhaman kepadanya seperti yang disebutkan diatas tadi.
Tujuan ma`rifat sendiri merupakan tahapan terakhir untuk mendapatkan ridho Allah SWT.
Pendapat anda tentang akhidah dan iman?
Hubungan Akidah dan Iman cukuplah jelas. Akidah sendiri secara lughowi(bahasa) berarti pegangan yang kuat, dan dari segi istilahnya akidah merupakan kepercayaan yang kuat tanpa ada syak(keragu-raguan) pada dirinya. Jika Islam itu sendiri adalah sebuah rumah maka Akidah itu adalah pondasinya dan unsur dari pondasi itu sendiri ada batu, pasir dll. Nah unsur-unsur itulah yang disebut iman. Jika unsur-unsur itu bercerai berai maka akidah akan amburadul.
Untuk membangun sebuah akidah(pondasi) seseorang harus mengetahui unsur-unsur tersebut yaitu Iman kepada Allah, Rosul , Kitab Al Qur`an, Malaikat dan Hari akhir. Tidak sedikit orang yang mengaku dirinya Islam tetapi mereka tidak mengetahui akidahnya sendiri sehingga terjadi taqlid buta dan pengkafiran sesama muslim dan mengaku-ngaku dia yang paling benar dan yang paling suci.
Mengapa tasawuf sering kali diidentifikasikan sebagai pemisah yang menjauhkan seseorang dari kebutuhan duniawai ?
sering kali kita terjebak dalam memaknai tasawuf sebagai komunitas yang seakan-akan mementingkan diri dan golongan sendiri serta tidak peduli dengan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata. Bahkan, tasawuf dicitrakan deagan komunitas yang harus meninggalkan semua yang berbau kehidupan dunia agar dapat kembali pada Tuhan secara sempurna yang akhirnya kebanyakan dari penganut tasawuf tekenal dengan minimnya ekonomi(kemiskinan).
bagaimana sikap kita saat melihat kondisi para Nabi dan Auliya Allah yang seakan-akan lari dari kehidupan dunia?. Pertanyaan seperti ini pernah dijawab oleh Hujjat al-Islam - Imam Ghazali berabad-abad yang lalu. Beliau menjawab bahwa ma`na larinya mereka dari harta dunia bukan berarti mereka benci tergadap dunia. Tetapi mereka hanya mengambil sesuai dengan kebutuhaa dan meraka hanya mengambil sesuai dengan kebutuhannya dan tidak sekali-kali menimbun dan menyibukkan diri dengan harta. Dan mereka ntidak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai orang yang dibutuhkan dan membutuhkan.
Perlu digaris bawahi bahwa Allah menciptakan manusi sebagai khalifah yang mempunyai hak dan kewajiban, hak kita dari Tuhan dan dari lingkungan serta kewajiban, yaitu kewajiban kita kepada Allah dan kewajiban kita kepada manusia. Sehingga seseorang harus mempunyai kesinambungan atara haqullah dan haqul al adami. Serta mengemas dirinya dengan hablu minallah dan hamblu minas.
Akan tetapi fenomena yang sering kita jumpai adalah mereka yang bertasawuf adalah seorang yang mengaku-ngaku dirinya sufi hanya meletakkan dirinya dalam satu sisi saja yaitu Haqnya kepada Allah yang dibingaki dengan hablu minallah saja. Sehingga tasawuf sering kali diidentifikasikan hal seperti itu. Dan ini salah kaprah.
Seorang sufi haruislah selalu berusaha untuk menjadi manusia yang terbaik yaitu yang paling bermanfaat bagi sesamanya meskipun kehidupan meraka sempit (khoirunnas anfa`uhum linnas). Mereka juga tidak akan sekali kali meminta sesuatu selain kepada Allah yang Maha Kaya dan disertai dengan kasb( usaha). Karena ia akan malu meminta kepada mahluk lainnya yang sama-sama membutuhkan-Nya. Jadi tasawuf dalam hal ini tidak bertentangan dengan syari`at yang meganjurklan dan mengajak untuk selalu berusaha.
Bisa disimpulakan bahwa kesyufian yang ideal adalah ketika seseorang bisa menempatkan dirinya sebagai seorang khalifah fi Ardh yang mengerti hak dan kewajibannya, bukan syufi yang lupa atas hak dan kewajibannya sebagai seorang makluk sosiial yang membutuh kan dan dibutuhkan oleh lingkungannya. Dan bukan serta merta meninggalkan keluarga dan masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Bagaimana menurut anda tentang fenomena tarekat buta?
Perlu diulangi kembali bahwa tasawuf merupakan sebuah akhlak yang dimaksudkan mampu menjadi piranti mendekatkan diri kepada Allah. Ilmu tasawuf dianjurkan mampu menjadi etika seseorang pasca pencapaian puncak kelimuaan guna menaklukan ilmunya demi mendekatkan diri kepada Allah. Tasawuf merupakan sebuah teori dan sekaligus metodologi untuk mendekatkan diri kepada Allah sebagai implementasi kepatuhan seorang hamba yang telah dikarunia ilmu syariat yang memadai.
Imam Malik berkata:”barang siapa bertasawuf tanpa dasar ilmu fikih(syariat) maka ia akan kafir. Barang siapa pintar fikih tanpa tasawuf maka ia akan fasik (terlalu berani kepada tuhan). Dikutip juga dari imam Junaidi al Baghdadi “mengasau ilmu tasawuf setelah pintar (tahu syaria`t), maka akan bahagian, dan sebaliknya belajar tasawuf tanpa syari`at maka akan bahaya baginya”.
Islam adalah agama yang mengajurkan kesinambungan. Tidak mengedepankan tasawuf dari fikih dan sebaliknya. Apalagi banyak sekali yang tidak mau belajar fikih, mejauhkan buku-buku fikih, malahan mengunjakan tasawuf an. Ini sangat berbahaya baginya dan juga masyrakat disekitarnya.
Fenomena seperti ini sangatlah kerap kita jumpai di kehidupan sekitar kita. Dinegara kita misalnya, banyak sekali muncul golongan-golngan sufi yang mengisi kekosongan masyarakat yan gaduh akibat krisis berkepanjangan. Mereka serta merta mencari ketenangan jiwa dengan tarekat tarekat yang mereka ikuti. Namun sangat disayangkan bahwa masayarakat awam begitu serta mertanya mengikuti tarekat-tarekat itu sehingga tidak sedikit dari mereka yang salah jalan dan malah menyerempet garis garis yang dilarang oleh Syari`at.
Orang yang mendekatkan dirinya sesuai jalur yang benar tidak malahmejadikan dirinya yang paling suci dan congkak terhadap masyarakat, mengisolir diri dari masyarakat karena menganggap dirinya yang paling benar, paling dekat dengan Allah sehingga tidak mau berinteraksi dengan masyarakat yang majemuk.
Menurut hemat saya setiap orang yang menempuh jalan menuju kedekatan dirinya kepada Allah harus mengerti syari`at terlebih dahulu sehingga ketika ketika rambu-rambu itu mengatakan stop, kita haru berhenti. Ketika rambu bebicara hati-hati kita juga harus hati-hati. Ketika rambu-rambu berwarna hijau kita jalan terus. jangan sampai orang awam yang tidak mengetahui jalan dan rambu-rambunya kemudian disodorkan tasawuf begitu saja sehingga orang itu akan tersesar didalamnya.
Syeikh siti jenar misalanya? Seorang awam yang kemudian diberikan pengetahuan tentang wihdatul wujud. dia akhirnya dihukum mati karena kedholalal an nya. Atau Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagi nabi dan masih banyak lagi yang mengaku-ngaku seperti itu.
Bangun pondasi dengan kuat dan syariat dengan mantap sehingga kita benar-benar dekat dan dijalannya.

Read More......

Terlatihnya Jemariku

lima belas menit yang lalu aku merasa tidak percaya dengan apa yang akau lihat. Sebut saja dia si A, seorang teman yang telah kukenal sejak 5 tahun yang lalu di sebuah pondok ternama di Nusantara. sebagai orang yang sebelumnya tidak pernah bergabung dalam dunia internet yang maya, kini duduk manis didepan layar monitor Pentium-4 sambil memainkan jemari tangannya untuk membalas setiap kalimat-kalimat chat dari temannya yang jauh di sana.
Memang bisa dibilang suatu keajaiban dunia yang terbaru jika seorang yang kuper dikalangan dunia maya seperti dia yang selama ini tidak pernah menganggap positif akan hadirnya dunia maya tersebut, tiba-tiba menjadi salah satu member situs chat terkemuka. Tidak hanya itu saja tentunya, karena bisa dipastikan minimal tiap minggunya ID- nya berstatus ON. Hal itu juga terjadi denganku, namun itu dulu, lain lagi sekarang yang kini bisa dipastikan tiap harinya ON bahkan berjam-jam.
Di sisi lain memang tak bisa dipungkiri kalau dunia yang satu ini membuat orang umpama pisang yang bisa menjadi suatu buah yang bisa dinikmati dan sumber gizi namun juga bisa menjadi sesuatu hal yang bisa menjerumuskan seseorang jika menginjak kulitnya. Begitu juga dunia yang satu ini juga memilik segi minus dan plus-nya.
Namun ada sebuah fenomena bagus dan perlu disimak dan mengasyikkan ini. Dulu sekali semasa masih tingkat SLTP aku pernah mendapat tugas membuat sebuah artikel yang kira-kira panjangnya dua halaman, akhirnyapun dengan ucapan hamdalah aku dapat meneyelesaikannya dengan waktu kurang lebih empat jam. Sungguh menarik bukan?!. Namun kini aku lain, jemariku sudah terlatih oleh kebiasaanku menjelajahi dunia maya, lebih-lebih dunia chat yang menuntutku untuk bisa memainkan jemari tanganku secara cepat dan tepat.
Begitu juga teman yang telah kusebutkan tadi, kira-kira tiga bulan yang lalu dia pernah menolak membuat sebuah makalah dengan alasan tidak bisa mengetiknya. Namun sekarang nothing reason to him, kini dia mau tidak mau harus menyelesaikan makalahnya karena dia sudah terlatih memainkan jemarinya bahkan sekarang dia mampu memainkan sebelas jarinya.
Akhirnya terima kasih-lah buat situs chat yang telah membuat diriku dan teman-temanku yang dulu hanya mampu memainkan dua jarinya perlahan-lahan seperti langkah onta dan sekarang seperti lari kuda bahkan kini kita pun mampu mengerjakan makalah 5 halaman dengan waktu satu jam saja..

Read More......

Rakyat adalah Prioritas Utama

Senandung takbir, tahmid, dan tahlil telah berlalu. Babak baru dengan harapan baru bagi mereka yang melaksanakan perintah Allah Swt. Bulan suci tentunya telah dipergunakan sebaik-baiknya. Terlebih, kita (baca: Muslim) telah kembali ke fitrah dan semoga tetap fitrah, fitrah, dan fitrah selamanya. Namun bagi Masisir tidak sebatas itu saja, babak baru ini juga akan diwarnai dengan sosok pemimpin baru yaitu datangnya Dubes Indonesia baru, seorang Rois yang selama ini dinanti oleh Masisir dan tentunya harapan yang lebih untuk kesejahteraan Masisir dan seluruh WNI yang ada di negeri Kinanah ini mendatang.
Membincang tentang sosok yang dinantikan oleh Masisir itu, tentunnya kita juga tidak akan melupakan sosok pemimpin yang benar-benar seorang pemimpin, Nabi besar kita Muhammad Saw., sosok pemimpin yang diimpikan kedatangannya oleh masyarakat Yatsrib atau Madinah pada saat beliau hijrah dari Mekah. Kedatangan beliau ke Yatsrib untuk menghindari teror kaum kafir disambut oleh masyrakat kota itu dengan lalntunan shalâwât badr. Mereka sangat rindu sekali dengan kedatangan beliau dan mereka ingin mendengar tutur kata beliau. Orang-orang Arab, baik yang Islam maupun penyembah berhala serta orang-orang Yahudi, tumpah ruah untuk melihat sosok Muhammad yang banyak diperbincangkan pada kurun waktu itu.
Masyarakat berebut menawarkan rumahnya sebagai tempat tinggal Rasul, tapi Muhammad menyebut bahwa ia akan tinggal di mana untanya berhenti sendiri dan beliau tidak menerima tawaran-tawaran yang ada. Sampai ke sebuah tempat penjemuran korma, unta itu berlutut dan Muhammad menanyakan perihal pemilik tempat itu. Ma'adh bin Afra memberi tahu bahwa rumah itu milik Sahal dan Suhail, dua orang yatim dari Banu Najjar. Setelah dibeli, rumah itu pun dibangun menjadi masjid sekaligus tempat orang-orang miskin dari berbagai tempat datang menemui Muhammad untuk memeluk Islam kemudian ditampung oleh beliau. Muhammad membangun rumah kecil yang sederhana bagi keluarganya di sisi masjid itu. Semasa pembangunan rumah itu, Rasul tinggal di rumah keluarga Abu Ayyub Khalid bin Zaid. Sekarang masjid yang dibangun Rasulullah itu menjadi masjid Nabawi yang teduh di Madinah.Begitulah Rasul disambut oleh masyarakat Yatsrib pada sat itu. Tokoh yang dinanti-nanti dan dirindukan kedatangannya ini tidak mengecewakan bahkan pada saat awal kedatangannya pun sudah mencerminkan sosok pemimpin yang adil dan bijaksana. Bahkan Rasul dalam kesehariaannya pun selalu mendahulukan kepentingan rakyat dari pada dirinya. Pada perang Khandaq misalnya, beliau mendahulukan untuk membagi makanan yang ada yaitu seekor kambing untuk ribuan prajuritnya dan beliau mengesampingkan diri sendiri sebagai seorang pemimpin.Sosok pemimpin seperti inilah yang diimpikan oleh masyarakat, ideologi, dan di sudut dunia manapun. Pemimpin yang mengerti situasi dan kondisi rakyat, pemimpin yang selalu menomerduakan dirinya untuk kepentingan khalayak umum, pemimpin yang selalu ada di barisan terdepan dalam meyelesaikan masalah, pemimpin yang selalu ada di hati rakyat dan selamanya dikenang oleh rakyat sebagai pemimpin mereka, walaupun dia sudah tiada namun dia selalu dianggap ada di depan mereka.Bila kita bercermin dari kisah di atas, bisa kita ambil sebuah kesimpulan bahwa pemerintah yang berwenang atas Masisir selama ini haruslah bisa mengambil hikmah dari cerita hidup Nabi itu. Mereka harus pandai-pandai menentukan prioritas yang terbaik yang seharusnya dilakukan untuk kepentingan WNI Mesir. Rencana peniadaan shalat ‘id bersama WNI secara keseluruhan yang hampir terjadi pada tahun ini dan digantikan dengan shalat bersama di KBRI dengan perwakilan segelintir WNI saja sempat membuat hati Masisir menjadi geram. Apalagi alasannya terlalu simpel yaitu dana yang ada akan dialokasikan untuk penyambutan duta besar. Padahal, Masisir sebagai rakyat mempunyai hak besar dalam perayaan Idul Fitri tersebut.
Begitu juga mereka yang berwenang atas Masisir mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk merealisasikan momen tersebut bersama-sama dengan WNI umumnya dan Masisir pada khususnya. Apalagi suasana keindonesian yang timbul dari perayaan hari raya bersama Masisir secara keseluruhan tersebut mampu mengobati rasa rindu mereka terhadap Tanah Air. Bahkan dengan momen ini pula Masisir dapat mempererat tali silaturahmi dan memeperbaiki perselisihan-perselisihan yang ada serta nasionalisme sebagai Indonesia yang satu bisa terbangun kembali. Hal ini karena apa? Masisir yang berasal dari berbagai ras dan golongan berkumpul pada momen ini, bahkan Masisir pun akan merasa disamaratakan pelayanannya tanpa ada rasa cemburu.
Ini akan lain jika pihak yang berwenang mengambil tindakan yang salah, Masisir sebagai mayoritas WNI di negeri ini akan merasa dikucilkan dan dianaktirikan. Untung saja tindakan pihak yang berwenang pada hal ini cukup benar akan tetapi kuranglah pantas jika segala sesuatu yang semestinya dialokasikan untuk kemaslahatan Masisir di hari yang Fitri dipangkas dan dialokasikan untuk kepentingan seorang duta besar dan mengesampingkan kepentingan Masisir.
Fakta yang ada, Mayoritas Masisir selama ini kurang mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang memuaskan dari pihak yang berwenang tersebut. Banyak sekali ketimpangan-ketimpangan yang dirasakan dan belum terselesaikan. Keamanan misalnya, selama Masisir terhantui oleh kerawanan tindak kriminal negeri ini baik itu dari luar Masisir ataupun dalam tubuh Masisir sendiri. Masisir secara majemuk juga mengklaim pihak yang berwenang tersebut, yang selama ini seakan-akan membutakan diri dengan persoalan-persoalan itu. Ini dikarenakan mereka yang duduk di atas kursi kepemimpinan kurang mampu bersosiaslisasi dengan Masisir sebagai rakyat mayoritas yang semestinya mendapatkan haknya.
Dengan alasan besarnya dana yang dibutuhkan untuk menyambut seorang pejabat, sebuah daerah di Indonesia merasa keberatan dan menolak untuk diadakan kujungan presiden ke daerah tersebut. Dikarenakan keadaan perekonomian di daerah tersebut mengkhawatirkan maka mereka berkata, “daripada dana yang ada dialokasikan untuk sekedar menyambut seorang presiden, lebih baik dialokasikan untuk kepentingan lain yang tentunya lebih bermanfaat”. Sebagai renungan sekaligus pertimbangan bagi kita WNI keseluruhan dan mereka yang duduk di bangku terhormat, baik itu dalam ruang lingkup pelajar dan WNI di negeri Kinanah ini adalah bukankah kita WNI yang mempunyai pemerintah sendiri di Mesir ini juga mengalami hal serupa dengan daerah tersebut.
Sebagai catatan akhir bahwasanya Masisir sangat mengimpikan pemimpin yang dapat menutupi ketimpangan dan kekurangan yang ada. Datangnya seorang pemimpin baru bukannya sebagai beban baru bagi rakyat akan tetapi sebagai pemimpin yang melayani dan mensejahterakan rakyat, seperti yang dilakukan Rasulullah. Okelah kita sambut pemimpin baru kita tersebut dengan sambutan yang istimewa akan tetapi kita juga harus melihat prioritas berikutnya. Apakah dengan penyambutan mewah itu dampak positif yang dicanangkan mengena ke Masisir sebagai rakyat? Dan bukankah lebih baik jika semua itu dialokasikan untuk kepentingan rakyat? Dan tolonglah kepada pemimpin yang baru untuk mengerti dan memahani rakyat serta selalu berdiri di barisan terdepan untuk bersama-sama melangkah bersama menuju kesejahteraan rakyat dan jadikan rakyat sebagi prioritas utama seperti yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah Saw.

Read More......

JADIKAN BUNDA PERIWI TERSENYUM DIMUSIM PANAS

Liburan dimusim panas bukanlah waktu yang pendek bahkan bagi warga subulana liburan kali ini merupakan liburan terpanjang dan sebagai pengalaman pertama kali. berbeda dengan masisir yang sudah berkali kali mengalami liburan seperti ini dan tentunya mereka lebih matang dalam mengisi liburan musim panas ini. Akan tetapi gimana nih nasib rekan-rekan khususnya warga subulana dalam mengisi liburan kali ini.
Ada sebagian dari mereka yang sudah mempersiapkan sebuah rencana apa yang akan dilakukan dimusim panas ini. Namun kita tidak bisa menutup mata bahwa sedikit sekali rencana yang telah disiapkan dapat terlaksana.
Mereka yang sudah memiliki kegiatan tidak perlu lagi dibahas namun yang jadi permasalahan sekarang ini adalah mereka yang tidak punya kegiatan atau bahkan tidak ada rencana sama sekali dalam pikiran mereka dan membiarkan waktu berjalan apa adanya. Pernah ada celetukan aneh yang terdengar dari mulut salah satu masisir yang tidak mempunyai kegiatan apapun pada liburan kali ini bahwa tidur saja mereka merasa jenuh dan capek dan yang lebih aneh lagi mereka pun punya solusi akan hal ini yaitu selain dengan tidur mereka juga mengisi liburan musim panas ini dengan main PS atau jalan jalan keliling Kairo mencari agin malam tanpa tujuan dan hasil yang tidak jelas.
Beberapa minggu lagi tepatnya pada tanggal 17 agustus negeri kita tercinta akan mencapai usia 62 tahun dan kita berusaha memerdekakan diri kita untuk kesekian kalinya dari jajahan syaitan yang telah menanamkan sifat malas pada diri kita. Apakah kita tidak malu pada Bunda pertiwi yang sekarang ini dia sedang bersedih hati dan kecewa atas tindak tanduk putra putri harapan bangsa seperti ini. Sebagai wujud nasionalisme, kita sebagai mahasiswa yang membawa nama indonesia hendaknya segera bangun dari kemalasan kemalasan yang telah tertanam pada diri kita ini.
Dari sini telah kami susun beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengisi liburan panas ini agar Bunda Pertiwi bisa menyeka air matanya dan tersenyum bangga kepada putra putrinya.
1. Rihlah, selain menghilangkan kepenatan selama imtihan juga bisa menilik dari kaca mata keindahan dengan apa yang diciptakan oleh sang kholik. Namun perlu digaris bawahi hal ini hanya memerlukan waktu yang singkat jadi temen temen bisa mengambil kosekwensi no 2—8.
2. Berorganisasi, bagi yang sebelumnya belum begitu aktif mungkin bisa dimulai sekarang karena pada musim liburan seperti ini morganisasi organisasi masisir banyak yang mulai mengembangkan sayapnya dan yang jelas membutuhkan para relawan yang menangani kegiatan kegiatannya.
2. Talaqqi, bagi temen temen masisir yang ingin menambah wawasan keilmuannya talaqi memang bias menjadi solusi yang jitu dan banyak sekali talaqi talaqi yang ada di negri kinanah ini baik yang berbahasa arab ataupun yang berbahasa Indonesia.
3. Kursus, mereka yang merasa kemampuan bahasa arabnya kurang jangan berkecil hati karena ada beberapa instansi pendidikan mesir yang mengadakan kursus bahasa arab dari yang membutuhkan biaya beratus ratus pound sampai yang gratisan.
4. Progam hafidh, bagi mereka yang mempunyai target hafidh seyogyanya tidak menyianyiakan liburan kali ini karena otak kita tida tidak terbagi lagi dengan muqoror
5. Bergabung dengan jama`ah sufiyah, bagi mereka temen temen yang ingin mengisi liburan dengan taqorub ilallah sangat cocok sekali dengan jam`ah ini karena temen temen bisa benar benar menfokuskan diri untuk bermunajat kepadaNya.
6. Umrah, selain dengan mengikuti jama`ah sufiyah mereka yang ingin taqorub ilallah juga bisa melaksanakan umrah di baitullah namun yang satu ini memang membutuhkan biaya yang cukup besar.
8. Pulang ke tanah air, konsekuensi ini disarankan hanya kepada mereka yang berdana dan siap menghadapi dan menyapa masyrakat dengan tangan yang berlapiskan ilmu dan pengetahuan yang bisa menjawab tantangan masyrakat.Good luck………………………………….!!!

Read More......
Original Template by - Abdul Munir | Upgrade all by Muhammad Jamzuri- HP:+20113313586 - email: mj.institute@yahoo.com