-->
.::Selamat datang di situs Pribadi Muhammad Jamzuri Khasbullah Albanjari( Pidato Soekarno pada HUT RI VI "Yang mau hidup harus makan, yang dimakan hasil kerja. Jka tidak makan pasti mati. Inilah undang-undangnya dunia, inilah undang-undangnya hidup. Mau tidak mau semua makhluk harus menerima undang-undang ini. Terimalah undang-undang ini dengan jiwa yang besar dan merdeka, jiwa yang tidak menengadah melainkan kepada Tuhan. Sebab kita tidak bertujuan bernegara hanya satu windu saja, kita bertujuan bernegara seribu windu lamanya, bernegara buat selama-lamanya."::.
PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket
Showing posts with label Kemahasiswaan. Show all posts
Showing posts with label Kemahasiswaan. Show all posts

Rakyat adalah Prioritas Utama

Senandung takbir, tahmid, dan tahlil telah berlalu. Babak baru dengan harapan baru bagi mereka yang melaksanakan perintah Allah Swt. Bulan suci tentunya telah dipergunakan sebaik-baiknya. Terlebih, kita (baca: Muslim) telah kembali ke fitrah dan semoga tetap fitrah, fitrah, dan fitrah selamanya. Namun bagi Masisir tidak sebatas itu saja, babak baru ini juga akan diwarnai dengan sosok pemimpin baru yaitu datangnya Dubes Indonesia baru, seorang Rois yang selama ini dinanti oleh Masisir dan tentunya harapan yang lebih untuk kesejahteraan Masisir dan seluruh WNI yang ada di negeri Kinanah ini mendatang.
Membincang tentang sosok yang dinantikan oleh Masisir itu, tentunnya kita juga tidak akan melupakan sosok pemimpin yang benar-benar seorang pemimpin, Nabi besar kita Muhammad Saw., sosok pemimpin yang diimpikan kedatangannya oleh masyarakat Yatsrib atau Madinah pada saat beliau hijrah dari Mekah. Kedatangan beliau ke Yatsrib untuk menghindari teror kaum kafir disambut oleh masyrakat kota itu dengan lalntunan shalâwât badr. Mereka sangat rindu sekali dengan kedatangan beliau dan mereka ingin mendengar tutur kata beliau. Orang-orang Arab, baik yang Islam maupun penyembah berhala serta orang-orang Yahudi, tumpah ruah untuk melihat sosok Muhammad yang banyak diperbincangkan pada kurun waktu itu.
Masyarakat berebut menawarkan rumahnya sebagai tempat tinggal Rasul, tapi Muhammad menyebut bahwa ia akan tinggal di mana untanya berhenti sendiri dan beliau tidak menerima tawaran-tawaran yang ada. Sampai ke sebuah tempat penjemuran korma, unta itu berlutut dan Muhammad menanyakan perihal pemilik tempat itu. Ma'adh bin Afra memberi tahu bahwa rumah itu milik Sahal dan Suhail, dua orang yatim dari Banu Najjar. Setelah dibeli, rumah itu pun dibangun menjadi masjid sekaligus tempat orang-orang miskin dari berbagai tempat datang menemui Muhammad untuk memeluk Islam kemudian ditampung oleh beliau. Muhammad membangun rumah kecil yang sederhana bagi keluarganya di sisi masjid itu. Semasa pembangunan rumah itu, Rasul tinggal di rumah keluarga Abu Ayyub Khalid bin Zaid. Sekarang masjid yang dibangun Rasulullah itu menjadi masjid Nabawi yang teduh di Madinah.Begitulah Rasul disambut oleh masyarakat Yatsrib pada sat itu. Tokoh yang dinanti-nanti dan dirindukan kedatangannya ini tidak mengecewakan bahkan pada saat awal kedatangannya pun sudah mencerminkan sosok pemimpin yang adil dan bijaksana. Bahkan Rasul dalam kesehariaannya pun selalu mendahulukan kepentingan rakyat dari pada dirinya. Pada perang Khandaq misalnya, beliau mendahulukan untuk membagi makanan yang ada yaitu seekor kambing untuk ribuan prajuritnya dan beliau mengesampingkan diri sendiri sebagai seorang pemimpin.Sosok pemimpin seperti inilah yang diimpikan oleh masyarakat, ideologi, dan di sudut dunia manapun. Pemimpin yang mengerti situasi dan kondisi rakyat, pemimpin yang selalu menomerduakan dirinya untuk kepentingan khalayak umum, pemimpin yang selalu ada di barisan terdepan dalam meyelesaikan masalah, pemimpin yang selalu ada di hati rakyat dan selamanya dikenang oleh rakyat sebagai pemimpin mereka, walaupun dia sudah tiada namun dia selalu dianggap ada di depan mereka.Bila kita bercermin dari kisah di atas, bisa kita ambil sebuah kesimpulan bahwa pemerintah yang berwenang atas Masisir selama ini haruslah bisa mengambil hikmah dari cerita hidup Nabi itu. Mereka harus pandai-pandai menentukan prioritas yang terbaik yang seharusnya dilakukan untuk kepentingan WNI Mesir. Rencana peniadaan shalat ‘id bersama WNI secara keseluruhan yang hampir terjadi pada tahun ini dan digantikan dengan shalat bersama di KBRI dengan perwakilan segelintir WNI saja sempat membuat hati Masisir menjadi geram. Apalagi alasannya terlalu simpel yaitu dana yang ada akan dialokasikan untuk penyambutan duta besar. Padahal, Masisir sebagai rakyat mempunyai hak besar dalam perayaan Idul Fitri tersebut.
Begitu juga mereka yang berwenang atas Masisir mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk merealisasikan momen tersebut bersama-sama dengan WNI umumnya dan Masisir pada khususnya. Apalagi suasana keindonesian yang timbul dari perayaan hari raya bersama Masisir secara keseluruhan tersebut mampu mengobati rasa rindu mereka terhadap Tanah Air. Bahkan dengan momen ini pula Masisir dapat mempererat tali silaturahmi dan memeperbaiki perselisihan-perselisihan yang ada serta nasionalisme sebagai Indonesia yang satu bisa terbangun kembali. Hal ini karena apa? Masisir yang berasal dari berbagai ras dan golongan berkumpul pada momen ini, bahkan Masisir pun akan merasa disamaratakan pelayanannya tanpa ada rasa cemburu.
Ini akan lain jika pihak yang berwenang mengambil tindakan yang salah, Masisir sebagai mayoritas WNI di negeri ini akan merasa dikucilkan dan dianaktirikan. Untung saja tindakan pihak yang berwenang pada hal ini cukup benar akan tetapi kuranglah pantas jika segala sesuatu yang semestinya dialokasikan untuk kemaslahatan Masisir di hari yang Fitri dipangkas dan dialokasikan untuk kepentingan seorang duta besar dan mengesampingkan kepentingan Masisir.
Fakta yang ada, Mayoritas Masisir selama ini kurang mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang memuaskan dari pihak yang berwenang tersebut. Banyak sekali ketimpangan-ketimpangan yang dirasakan dan belum terselesaikan. Keamanan misalnya, selama Masisir terhantui oleh kerawanan tindak kriminal negeri ini baik itu dari luar Masisir ataupun dalam tubuh Masisir sendiri. Masisir secara majemuk juga mengklaim pihak yang berwenang tersebut, yang selama ini seakan-akan membutakan diri dengan persoalan-persoalan itu. Ini dikarenakan mereka yang duduk di atas kursi kepemimpinan kurang mampu bersosiaslisasi dengan Masisir sebagai rakyat mayoritas yang semestinya mendapatkan haknya.
Dengan alasan besarnya dana yang dibutuhkan untuk menyambut seorang pejabat, sebuah daerah di Indonesia merasa keberatan dan menolak untuk diadakan kujungan presiden ke daerah tersebut. Dikarenakan keadaan perekonomian di daerah tersebut mengkhawatirkan maka mereka berkata, “daripada dana yang ada dialokasikan untuk sekedar menyambut seorang presiden, lebih baik dialokasikan untuk kepentingan lain yang tentunya lebih bermanfaat”. Sebagai renungan sekaligus pertimbangan bagi kita WNI keseluruhan dan mereka yang duduk di bangku terhormat, baik itu dalam ruang lingkup pelajar dan WNI di negeri Kinanah ini adalah bukankah kita WNI yang mempunyai pemerintah sendiri di Mesir ini juga mengalami hal serupa dengan daerah tersebut.
Sebagai catatan akhir bahwasanya Masisir sangat mengimpikan pemimpin yang dapat menutupi ketimpangan dan kekurangan yang ada. Datangnya seorang pemimpin baru bukannya sebagai beban baru bagi rakyat akan tetapi sebagai pemimpin yang melayani dan mensejahterakan rakyat, seperti yang dilakukan Rasulullah. Okelah kita sambut pemimpin baru kita tersebut dengan sambutan yang istimewa akan tetapi kita juga harus melihat prioritas berikutnya. Apakah dengan penyambutan mewah itu dampak positif yang dicanangkan mengena ke Masisir sebagai rakyat? Dan bukankah lebih baik jika semua itu dialokasikan untuk kepentingan rakyat? Dan tolonglah kepada pemimpin yang baru untuk mengerti dan memahani rakyat serta selalu berdiri di barisan terdepan untuk bersama-sama melangkah bersama menuju kesejahteraan rakyat dan jadikan rakyat sebagi prioritas utama seperti yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah Saw.

Read More......

JADIKAN BUNDA PERIWI TERSENYUM DIMUSIM PANAS

Liburan dimusim panas bukanlah waktu yang pendek bahkan bagi warga subulana liburan kali ini merupakan liburan terpanjang dan sebagai pengalaman pertama kali. berbeda dengan masisir yang sudah berkali kali mengalami liburan seperti ini dan tentunya mereka lebih matang dalam mengisi liburan musim panas ini. Akan tetapi gimana nih nasib rekan-rekan khususnya warga subulana dalam mengisi liburan kali ini.
Ada sebagian dari mereka yang sudah mempersiapkan sebuah rencana apa yang akan dilakukan dimusim panas ini. Namun kita tidak bisa menutup mata bahwa sedikit sekali rencana yang telah disiapkan dapat terlaksana.
Mereka yang sudah memiliki kegiatan tidak perlu lagi dibahas namun yang jadi permasalahan sekarang ini adalah mereka yang tidak punya kegiatan atau bahkan tidak ada rencana sama sekali dalam pikiran mereka dan membiarkan waktu berjalan apa adanya. Pernah ada celetukan aneh yang terdengar dari mulut salah satu masisir yang tidak mempunyai kegiatan apapun pada liburan kali ini bahwa tidur saja mereka merasa jenuh dan capek dan yang lebih aneh lagi mereka pun punya solusi akan hal ini yaitu selain dengan tidur mereka juga mengisi liburan musim panas ini dengan main PS atau jalan jalan keliling Kairo mencari agin malam tanpa tujuan dan hasil yang tidak jelas.
Beberapa minggu lagi tepatnya pada tanggal 17 agustus negeri kita tercinta akan mencapai usia 62 tahun dan kita berusaha memerdekakan diri kita untuk kesekian kalinya dari jajahan syaitan yang telah menanamkan sifat malas pada diri kita. Apakah kita tidak malu pada Bunda pertiwi yang sekarang ini dia sedang bersedih hati dan kecewa atas tindak tanduk putra putri harapan bangsa seperti ini. Sebagai wujud nasionalisme, kita sebagai mahasiswa yang membawa nama indonesia hendaknya segera bangun dari kemalasan kemalasan yang telah tertanam pada diri kita ini.
Dari sini telah kami susun beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengisi liburan panas ini agar Bunda Pertiwi bisa menyeka air matanya dan tersenyum bangga kepada putra putrinya.
1. Rihlah, selain menghilangkan kepenatan selama imtihan juga bisa menilik dari kaca mata keindahan dengan apa yang diciptakan oleh sang kholik. Namun perlu digaris bawahi hal ini hanya memerlukan waktu yang singkat jadi temen temen bisa mengambil kosekwensi no 2—8.
2. Berorganisasi, bagi yang sebelumnya belum begitu aktif mungkin bisa dimulai sekarang karena pada musim liburan seperti ini morganisasi organisasi masisir banyak yang mulai mengembangkan sayapnya dan yang jelas membutuhkan para relawan yang menangani kegiatan kegiatannya.
2. Talaqqi, bagi temen temen masisir yang ingin menambah wawasan keilmuannya talaqi memang bias menjadi solusi yang jitu dan banyak sekali talaqi talaqi yang ada di negri kinanah ini baik yang berbahasa arab ataupun yang berbahasa Indonesia.
3. Kursus, mereka yang merasa kemampuan bahasa arabnya kurang jangan berkecil hati karena ada beberapa instansi pendidikan mesir yang mengadakan kursus bahasa arab dari yang membutuhkan biaya beratus ratus pound sampai yang gratisan.
4. Progam hafidh, bagi mereka yang mempunyai target hafidh seyogyanya tidak menyianyiakan liburan kali ini karena otak kita tida tidak terbagi lagi dengan muqoror
5. Bergabung dengan jama`ah sufiyah, bagi mereka temen temen yang ingin mengisi liburan dengan taqorub ilallah sangat cocok sekali dengan jam`ah ini karena temen temen bisa benar benar menfokuskan diri untuk bermunajat kepadaNya.
6. Umrah, selain dengan mengikuti jama`ah sufiyah mereka yang ingin taqorub ilallah juga bisa melaksanakan umrah di baitullah namun yang satu ini memang membutuhkan biaya yang cukup besar.
8. Pulang ke tanah air, konsekuensi ini disarankan hanya kepada mereka yang berdana dan siap menghadapi dan menyapa masyrakat dengan tangan yang berlapiskan ilmu dan pengetahuan yang bisa menjawab tantangan masyrakat.Good luck………………………………….!!!

Read More......
Original Template by - Abdul Munir | Upgrade all by Muhammad Jamzuri- HP:+20113313586 - email: mj.institute@yahoo.com