-->
.::Selamat datang di situs Pribadi Muhammad Jamzuri Khasbullah Albanjari( Pidato Soekarno pada HUT RI VI "Yang mau hidup harus makan, yang dimakan hasil kerja. Jka tidak makan pasti mati. Inilah undang-undangnya dunia, inilah undang-undangnya hidup. Mau tidak mau semua makhluk harus menerima undang-undang ini. Terimalah undang-undang ini dengan jiwa yang besar dan merdeka, jiwa yang tidak menengadah melainkan kepada Tuhan. Sebab kita tidak bertujuan bernegara hanya satu windu saja, kita bertujuan bernegara seribu windu lamanya, bernegara buat selama-lamanya."::.
PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Haramy Perlu Uang Untuk Makan

Kompak begitulah kata yang tepat untuk perekonomian dunia akhir-akhir ini. Bukan kompak untuk menangani perbaikan ekonomi secara bersama-sama akan tetapi dunia sekarang ini sedang kompak untuk menyengsarakan perekonomian masyarakat dunia, baik yang punya Mercedes C Class lima belas buah sampai masyarakat yang hanya mempunyai sehelai kain saja untuk menutupi tubuhnya dari sengat matahari dan dingin di malam hari.
Kenaikan BBM-Bahan Baku Minyak- dunia yang serentak di penjuru dunia membawa dampak perekonomian yang tidak bisa terelakkan lagi. lebih-lebih masyarakat kalangan bawah yang sebelumnya sudah terlalu gulung koming(apaan itu-kebingungan). Keadaan serba kekurangan mengakibatkan meningkatnya tekanan jiwa bagi banyak orang. Seorang kepala rumah tangga dari kalangan bawah misalnya, sebelum kenaikan BBM dia berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi keluarganya dengan comot sana-sini, hutang sana-sini dsb..Nah sekarang bagaiaman nasib mereka?. kok untuk membiayai anaknya sekolah, Lawong buat makan saja kesulitan. Dengan keaadaan seperti ini tentunya bisa diprediksikan bahwa angka kriminalitas semakin meraja lela karena tidak sedikit diatara mereka yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuap nasi untuk dirinya, istri dan anaknya.Jum`at disubuh yang kelam itu misalanya, sebuah telepooon genggam dengan merek Samsung yang telah berada ditangan saya selama kurang lebih 6 bulan raib begitu saja yang mungkin diculik oleh orang dengan kategori diatas. Malam itu saya tidur seperti biasanya, berbaring ditempat tidur dan kubuka jendela agar angin segar malam masuk kedalam kamar pengapku dan tak lupa doa sebelum tidur(iya tah..?) juga tak lupa kuletakkan si Samsung disamping kepalaku yang sebelumnya telah aku set-up alarmnya.Dan seperti biasanya juga aku bangun setelah adzan subuh berkumandang(bisa tepat setelah adzan atau setelah matahari terbit hehehehe….yang penting setelah adzan subuh). Sebelum mataku benar-benar terbuka dengan sempurna, dalam benakku timbul sebuah pertanyaan ” kok nggak ada suara alarm si Samsung yah..?” . tengok kiri-tengok kanan, tengok atas, tengok bawah dan belakang tapi tidak kulirik batang hidung sisamsung sedetikpun. Kucoba looking-looking dibawah bantal, selimut dan juga kasur, namun hasilnya tetap nihil. Kucoba rada tenangkan diri yang gaduh akibat sembunyinya si Samsung dan kutunda penerusan pencarianku sampai mata sang mentari dan kawan-kawanku terbuka.Setelah mata sang mentari terbuka memancarkan cahaya dan sebagian teman-temanku telah bangun untuk menikmati indahnya pagi hari, kini saatnya kulanjutkan pencaharianku untuk menemukan dimana si Samsung nakal bersembunyi. Setalah kucari dari ujung barat sampai ujung timur dan dari ujung selatan keujung utara bumi juga aku tanyakan kebeberapa teman-temanku atas keberadaan si Samsung akhirnya aku memastikan si Samsung tidak bersembunyi atau akabur meninggalkanku, akan tetapi dia diculik oleh seorang haramy dan mungkin sekarang merindukanku( hehehehe…).kuhidupkan si Gygabyte dan kubuka software yahoo messenger untuk meng OL kan ID Y!M aku. Kebetulan saat itu keponakanku dan kusampaikan kepadanya untuk memberitahukan hal ini kepada orang tua dan istri tercintaku. Setelah beberapa saat kemudian ID Y!M istri tercinta berstatus OL. Setelah obrolan kami dimulai dengan salam , tanya kabar dan sedikit ungkapan kangen(hehehe..romantise)akupun beritahukan dia tantang penculikan si Samsung. Setelah aku menjawab pertanyaan kenapa, bagaimana darinya, dia mengatakan satu hal kepadaku “Mungkin dia lagi butuh uang untuk makan dia dan keluarganya, dan maz ikhlaskan saja yah…!!!”dan aku jawab “Iya sudah mz ikhlaskan kok” dalam hatiku seketika mengucapkan kalimat “Subhannallah” aku tidak menyangka wanita yang selama ini menemani dan menyirami hati ini dengan cinta mengatakan kalimat sebijak itu. Hati ini semakin sayang dengannya dan bergetar untuk jatuh cinta lagi kepada dirinya (Ya Allah berikan kami berakahmu dan bimibinglah cinta kami agar selalu dijalanmu sehingga cinta kami tidak mengurangi cinta kami kepadamu…Amiin – Pemabaca Amiin donk…!-.
Aku sadar bahwa Allah telah mencabut hak kepemilikan si Samsung pada malam itu. Tapi aku juga merasa bersalah karena aku berarti telah melalaikan amanat yang telah dititipkan kepadaku. Seperti yang dikatakan oleh istri tercinta, aku ikhlas jika dibawanya si Samsung memberikan penghidupan bagi sang haramy(Peminjam si Samsung tanpa dikembalikan-Pencuri) dan keluarganya. Namun lain lagi kalau dengan diculiknya si Samsung, sang haramy terjun kedalam dunia yang dilaknat, misalnya hasil penjualan si Samsung untuk membeli secangkir minuman keras atau segelintir ganja atau ekstasi atau bahkan untuk membeli kepuasan sesaat diatas ranjang. Jika seperti adanya aku hanya berharap agar penculik si Samsung segera diberikan hidayah oleh-Nya.
Aku punya pesan buat yang sudah atau yang akan terjun kedunia culik menculik khususnya penculik si Samsung, si Nokia, si Motorola dan si si lainya agar mempunyai sedikit belas kasihan dan sifat tenang saat penculikan dilakukan. Maksud aku disini adalah sebelum para penculik membawa kabur hasil culikannya setidaknya mereka tinggalkan mobilecardnya sehingga sipemilik tidak harus kehilangan nomer kesayangannya dan tidak kehilangan beribu-ribu atau mungkin berjuta-juta nomer contact yang telah dikumpulkan dan disimpannya bertahun-tahun.Sebelum aku tutup tulisan mbulet ini masih ada satu pesan lagi buat para haramy. Apakah itu?. Kalo nyulik HP, tolong chargernya dibawa serta donk…!.karena menurut psikolog: “seseorang yang melihat sisa kenangan pahitnya dimasa lampau, jiwanya akan terhanyut kembali dalam kepahitan itu”. Dan Charger merupakan salah satu sisa kenangan dari kepahitan itu.

Read More......

NU Gono Gini

82 tahun, umur yang matang tentunya jika dijalani oleh seorang manusia. akan tetapi akan lebih matang lagi jika telah diarungi oleh sebuah organisasi ke masyarakatan seperti halnya Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi yang lahir di Surabaya pada tanggal 31 januari 1926 M ini mempunyaipandangan-pandangan keagamaan yang menjadi jangkar pengokoh berdirinya bangsa ini. Tak hanya itu saja, NU dalam sejarahnya yang panjang mampu memerankan diri sebagai kekuatan sosial berbasis agama dengan visi kebangsaan yang kokoh.
Organisasi yang didirikan dengan tujuan menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini kali pertama terjun kepolitik praktis pada saat menyatakan memisahkan diri dengan Masyumi pada tahun 1952 dan kemudian mengikuti pemilu 1955. Atas desakan penguasa orde baru, NU menggabungkan diri dengan PPP pada tanggal 5 Januari 1973. Setelah kesekian kali terjun dalam kancah politik , pada Muktamar ke 26 di Situbondo NU sadarkan dirinya yang beberapa tahun tidur dalam kevakuman dakwah dan akhirnya menyatakan diri 'Kembali ke Khittah 1926' yaitu untuk tidak berpolitik praktis lagi dan menjadi organisasi sosial dan keagamaan seperti sedia kala.
Namun sayangnya Khittah NU yang begitu luas dipahami secara sempit, yaitu sekedar melepaskan diri dari semua kekuatan politik, dan melupakan yang paling hakiki yaitu membangkitkan ummat (Nahdlatul al-Ummah) dalam konteks rahmatan lil'alamin. Walhasil NU (Nahdlatul Ulama) lupa untuk mewujudkan NU (Nahdlatul Ummah). padahal inilah yang dimaksudkan khittah NU yang sebenarnya.
Pernyataan kembali ke khittah sendiri membawa dampak yang besar ditubuh NU, baik struktural maupun kultural (Nahdliyyin). Dikarenakan tak sedikit pengurus NU yang mempunyai jabatan penting di Pemerintahan, mereka dihadapkan oleh dua pilihan antara melepaskan diri dari politik dan tetap menjadi bagian Pengurus NU ataukah melepaskan diri dari struktural pengurus NU dan bebas terjun kedunia politik. disisi lain warga Nahdliyiin sendiri terpontang-panting dengan keputusan kembali ke khittah tersebut. Nahdliyyin seakan-akan kehilangan induknya yang selama ini menampung aspirasinya dan tak sedikit Nahdliyiin yang salah pilih induk.
Setelah runtuhnya penguasa orde baru, wacana kembali ke khittah pun muncul lagi. Tidak hanya satu Parpol yang mengklaim dirinya sebagai partai NU. PKB misalnya, walaupun NU tidak memiliki ikatan struktural dengan PKB namun pada faktanya Pengurus dan Ulama-ulama NU memiliki kaitan yan kuat dengan partai ini. Sehingga dalam susunan daftar calon legislatif pun banyak pengurus dan Ulama NU yang cuti. Jika dia terpilih akan berhenti dari kepengurusan dan jika tidak terpilih mereka kembali kejabatannya semula. Bahkan ada fenomena paguyuban Politik Kiai KHos yang mendirikan partai politik sendiri karena tidak puas dengan PKB.
Dengan pengalaman- pengalamn seperti ini, NU seharusnya tidak terjebak dan terjebak lagi kedalam politik praktis, karena politik praktis sendiri telah menimbulkan kerenggangan diantara sesama warga NU. Untuk itu, NU harus kembali kepada politik kebangsaan dan kerakyatan sebagamaina yang telah dicontohkan para pendiri NU dulu. Ini dimaksud kan NU sebagai oraganisasi sosial keagamaan yang berkewajiban menjaga keutuhan NKRI da NU harus berhikmad kepada persoalan dan kepentingan bangsa. Ini selaras degan apa yang diungkapkan oleh KH sahal Mahfudz selaku Rois `Am PBNU "Sudah saatnya, NU menyapih sama sekali warga NU yang menggunakan hak politik praktisnya dengan cara menggariskan ketentuan-ketentuan yang ketat agar tidak terjadi praktik terang-terangan atau terselubung dan membawa institusi NU untuk kepentingan politik praktis," beliau juga mengajak segenap warga nahdliyin untuk mentaati pengertian Khittah NU yang telah diputuskan pada Muktamar NU ke-30 di Lirboyo Kediri, Jatim, yang telah menegaskan agar pengurus NU tidak boleh merangkap sebagai pengurus partai politik. walaupun pada kenyataan dilapangan hal ini sulit direalisasikan, jal ini dikarenakan NU sendiri telah menjadi ladang politik dan akn menjadi lading politik Indonesia.
Apa yang terjadi di masa lalu bukan untuk disesali akan tetapi diambil pelajaran dan direnungkan. mungkin dengan andilnya NU kepolitik praktis saat itu, NU bisa megupayakan peranannya sebagai oramas dengan maksimal. Dan NU diumurnya yang ke 82 tahun ini diharapkan untuk lebih fokus ke masalah sosial dan keagamaan. Wacana ketertinggalan instusi keagamaan, pendidikan, maupun sosial NU harus diangkat kembali dam dijadikan prioritas utama bagi NU kedepan.
Kita sebagai warga Nahdliyin menyambut dengan penuh bangga tentang tumbuhnya kesadaran para ulama untuk tidak kedalam politik praktis akhir-akhir ini. Biarlah pemerintahan menjadi urusan politisi. Tugas mulia ulama adalah menjadi teladan moral dan sumber inspirasi bagi semangat optimisme dan kemajuan. Apalagi kini bangsa Indonesia sedang membutuhkan keteladanan semcam itu ditengah krisis moral dan tantangan dakwah yang menganga akibat iklim demokrasi dan kemajuan pendidikan.
Munculnya aliran-aliran sesat maupun gugatan terhadap doktrin-doktrin dasar umat Islam oleh kaum neoliberal baru-baru ini merupakan tantangan para ulama untuk menjawabnya. Umat membutuhkan tuntunan konkret untuk menjawab tantangan kehidupan akibat kemajuan perdaban itu. Dan diperlukan startegi dakwah yang baru untuk menjawab tuntunan-tuntunan instan yang disodorkan oleh pelbagai pihak sehingga Nahdliyyin tidak ber taqlid buta. Belum lagi masalah-masalah ideologi dan pemikiran intern dikubu NU sendiri yang harus segera dipecahkan dan diambil jalan keluarnya.
Apalagi kaum muda NU dalam dasawarsa terakhir ini telah menjadi figure sorotan pemikiran kontemporer dijagad pemikiran tanah air. Bahkan tesis Deliar Noor yang menkatagorikan NU sebagai organisasi kaum tradisionalis telah patah, dan terbalik seratus delapan puluh derajat. Pemikiran kaum NU telah menjadi model berfikir yang melampui pemikiran kaum modernis. Namun pemikiran mereka yang semakin hari semakin maju ini hampir tidak terkontrol. Hal ini dikarenakan kelalaian NU sendiri yang selama ini disibukkan dengan politik yang sengaja atau tidak sengaja menyeret mereka kedalamnya.
Menurut hemat penulis NU seharusnya sesegera mungkin merekotruksi ulang setrategi dakwahnya sehingga tidak ada pihak dari kalangan Nahdliyyin yang dirugikan dan diresahkan. NU setidaknya mempersiapkan kader-kadernya sejak dini sehingga NU tidak salah kaprah dikemudian hari. Sehingga NU bisa bermain disegala arena dan panggung dalam posisinya masing-masing yang tetap awet dan legit ditingkat lokal, nasional maupun global tanpa harus tercampur tugasnya sebagai Ulama dan Politisi.


Read More......
Original Template by - Abdul Munir | Upgrade all by Muhammad Jamzuri- HP:+20113313586 - email: mj.institute@yahoo.com